Tampilkan postingan dengan label Ilmu pengetahuan sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu pengetahuan sosial. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Februari 2013

10 Jenderal paling terkenal dalam Perang Dunia 2


10 jenderal paling terkenal dalam perang dunia 2
        Sejarah Perang Dunia 2 atau pun Dari Perang Dunia1sangatlah memilukan tetapi juga memukau dan tak habis untuk di perbincangkan, kita telah menyaksikan beberapa hal yang terkenal dari perang dunia 2,melahirkanpasukan terbaik di dunia dan yang pasti perang Dunia 2 melahirkan Jenderal-Jenderal terbaik
dalam memimpin pasukan mereka ke posisi top-notch atau mungkin membawa mereka ke dalam kejatuhan.Dan di bawah ini daftar sepuluh Jenderal yang paling terkenal dalam Perang Dunia 2 dengan kemenangannya masing-masing.Ikon-ikon sejarah akan selalu diingat untuk memainkan peran penting dalam peperangan serta untuk menunjukkan tingkat ekstrim keberanian.

1. Isoroku Yamamoto
 Isoroku Yamamoto dikenal karena menjadi dalang serangan Pearl Harbor, Isoroku Yamamoto adalah Naval terkemuka Marsekal Jenderal Jepang yang memperkenalkan beberapa perubahan radikal dalam Angkatan Laut Kekaisaran Jepang. Lahir pada tanggal 4 April, 1884 di Niigata, Jepang, Isoroku Yamamoto selesai lulus dari Akademi Angkatan Laut Kekaisaran Jepang pada tahun 1904 dan juga terdaftar di Harvard University di mana ia belajar 1919-1921. Dia meninggal pada tanggal 18 April, 1943 ketika pesawatnya jatuh dalam penyergapan oleh pesawat tempur Amerika .

Rabu, 06 Februari 2013

PERAN SERTA INDONESIA DALAM KONVERENSI ASIA AFRIKA

           Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika sering juga disebut Konferensi Bandung yaitu sebuah konferensi tingkat tinggi antara negara-negara Asia dan Afrika, yang kebanyakan baru saja memperoleh kemerdekaan. KTT ini diselenggarakan oleh Indonesia, Myanmar, Sri Lanka, India, dan Pakistan dan dikoordinasi oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Roeslan Abdulgani. Pertemuan ini berlangsung antara 18 April-24 April 1955 di Gedung Merdeka, Bandung, Indonesia dengan tujuan mempromosikan kerja sama ekonomi dan kebudayaan Asia-Afrika dan melawan kolonialisme atau neokolonialisme Amerika Serikat, Uni Soviet, atau negara imperialis lainnya. (www.slideshare.net)
            Gagasan untuk menyelenggarakan konferensi Asia Afrika muncul pertama kali dalam konferensi Colombo pada tanggal 28 April – 2 Mei 1954 di Kolombo, Sri Langka. Salah satu faktor yang melatarbelakangi diselenggarakannya KAA adalah suasana meningkatnya perjuangan bangsa-bangsa terjajah untuk memperoleh kemerdekaannya pada masa pasca perang dunia II terutama untuk negara-negara di kawasan Asia-Afrika. (www.id.shvoong.com) Dan juga KAA diselenggarakan sebagai tawaran alternatif non-militer terhadap dua tokoh yang saling berseteru saat perang dingin terjadi yaitu Uni Sovyet dan Amerika Serikat. (Abdulgani, 1985;313)

PERAN SERTA INDONESIA DALAM PBB

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations (UN) adalah organisasi internasional  yang yang anggotanya hampir seluruh negara di dunia. Tujuannya adalah untuk mewujudkan perdamaian dunia dan kerja sama antarnegara anggota. PBB didirikan pada 28 Juni 1945, tidak lama setelah Perang Dunia II berakhir. PBB didirikan oleh empat negara besar, yaitu Amerika Serikat, Uni Soviet, Inggris, dan Cina. PBB dibentuk untuk membuat tatanan dunia menjadi lebih baik dan lebih damai, terbebas dari peperangan dan permusuhan. Organisasi ini bermarkas di kota New York, Amerika Serikat.

Walaupun didirikan oleh negara-negara besar, keanggotaan PBB terbuka bagi semua negara di dunia. Sampai saat ini, anggota PBB berjumlah 193 negara. Jadi, hampir seluruh negara di dunia telah menjadi anggota PBB. Semua negara yang menjadi anggota PBB memiliki kedudukan yang sama. Negara besar maupun kecil, baik kaya atau miskin, semuanya memiliki hak dan kewajiban yang sama bagi terciptanya perdamaian dunia.

PERAN INDONESIA DALAM ASEAN

Bagaimana peran Indonesia dalam ASEAN?
ASEAN merupakan soko guru politk luar negeri Indonesia, karena negara-negara ASEAN merupakan lingkaran terdalam dari lingkaran-lingkaran konsentris pelaksanaan politik luar negeri Indonesia. Pendekatan lingkaran-lingkaran konsentris menegaskan besarnya pengaruh lingkungan eksternal terdekat terhadap situasi domestik Indonesia. Oleh karena itu, terciptanya kawasan Asia Tenggara yang stabil, aman, damai, dan konddusif, serta terjalinnya hubungan harmonis dengan negara-negara di Asia Tenggara dirasakan sangat penting dan merupakan modal dasar pembangunan nasional Indonesia.
Mengingat Indonesia menenmpatkan ASEAN sebagai lingkungan utama dari politik luar negerinya, Indonesia telah memainkan peran penting dalam perkembangan ASEAN. Peran tersebut terlihat dari peran Indonesia dala penentuan arah perkembangan ASEAN. Sejauh ini bagaimanakah Indonesia berperan dalam ASEAN?
Era Soeharto